Kisah Saat Pulang Kerja

Om… om….. nanti aku bisa sembuh ya ?!?

Tidak ada yang berbada saat aku pulang kerja seperti hari yang lain. Jam digital di HP menunjukan angka 17:10 berarti sudah lewat hampir satu jam dari waktu pulang kerjaku. Tapi sepertinya diri ini masih enggan beranjak keluar dari areal kerja dengan mamacu spacy yang sudah bebrapa minggu ini menemaniku. Padahal biasanya legenda2 yang masih setia menemani perjalanan pergi-pulang kerja. Namun karena ada satu dan lain hal yang membuat legenda2 ku masih belum aku gunakan lagi. Mungkin minggu depan legenda itu akan menjadi teman setia diri ini lagi😆 .

Namun saat berjalan baru sekitar 10 menit kurang, didepan mataku ada insiden kecelakaan yang melibatkan dua anak kecil yang berumur sekitar 9 dan 12 tahun. Kronologi insiden kecelakaan itu sendiri diri ini tidak tahu persis. Namun saat melihat sang korban yang masih anak2 dengan darah bercucuran dari dahi yang mambasahi hidung dan sekitar wajah, gak tahu kanapa naluri diri ini koq mamaksa untuk ikut campur dalam menolong.

Dan saat diri ini melihat luka yang diderita langsung merasa kaget. Bagaimana tidak kaget lha wong di dahi pas di atas matanya ada lubang sebesar layar HP ku. Sampai diri ini bisa melihat tulang tengkoraknya (pertama kali melihat yang berwarna putih itu diri ini mengiran adalah isi kepalanya karena saking dalamnya luka yang ada) berwarna putih. Dan yang membuat diri ini takjub, dengan luka seperti itu sang anak tidak menangis sedikitpun. Bagaimana tidak trenyuhnya bila kejadian seperti itu ada di depan mata kita.

Begitupun dengan diri ini, langsung saja ikut memberi perintah untuk melepas kaos coklat yang dikenakan nya untuk menutupi luka yang mengangga dan mengucurkan darah segar. Langsung saja diri ini ikut mencarikan kendaraan untuk membawa sang korban ke rumaha sakit / klinik terdekat. Tapi masyarakat Indonesia ini sudah banyak yang sakit, melihat sang korban yang mengucurkan banyak darah seprti itu tidak membuat mereka yang lewat di TKP untuk peduli dan mau memberikan tumpangan hanya sampai ke rumah sakit terdekat. Bukannya mau memberi tumpangan malah mereka lari ngacir dan pura2 tidak mendengar saat dimintai bantuan tumpangan.

Sampai secara refleks tangan diri ini mau mencabut kunci kontak mobilnya hanya untuk membuat mereka yang lewat mau peduli dan membatu. Namun untungnya akal sehatku tidak mengijinkan untuk melakukan perbuatan itu. Meskipun niatnya baik namun kalau dilakukan dengan cara yang tidak baik, malah bisa jadi masalah baru nantinya.😛 Segera saja tangan yang terulur masuk di dalam kabin mobilnya diri ini tarik kembali dan segera mengambil spacy yang sengaja diparkir di pinggir jalan untuk jadi ojeg pengantar.

Yang ada dalam benak saat melibatkan diri dalam menolong, selain karena korbanya anak laki-laki kecil (jadi ingat anak lelakiku yang lebih senang naik sepeda di jalan bilamana berangkat mengaji) dan luka yang diderita. Diri ini takut sang korban akan mengeluarkan banyak darah dan akan kehabisan darah, bisa gawat nasib tuh anak. Langsung saja aku tancap gas dengan membonceng anak tersebut sambil memegangi badan nya agar tidak jatuh. Jalanan yang ramai saat jam pulang kerja tidak aku hiraukan. Tancap gas dengan tanan satu saja memegang stang kemudi.

Sampai di klinik 24jam terdekat ternyata petugasnya sudah bilang tidak sanggup tanpa melihat kondisi korbanya dulu. Duh !! kalau gak karena urgent dan sangat mendesak dan berhubungan dengan nyawa tentu akan kulabrak petugas di klinik itu. Untung saja tidak diri ini lakukan meskipun rugi mampir dan masuk ke areal klinik 24 jam tersebut. Tidak ada tujuan lain untuk korban kecelakaan selain ke rumah sakit umum daerah Sanglah mekipun jaraknya sekitar 3 kiloan dari TKP.

Untunya kami sampai dengan selamat di instalasi gawat darurat rumah sakit Sanglah. Langsung saja korban anak tersebut ditanggani dan dibawa masuk ke dalam IRD dengan di tidurkan di kereta dorong pasien. Sampai di depan petugas jaganya diri ini ditanya “Apa bapak saudaranya ?” saya jawab, “Bukan pak, saya cuma membantu karena tidak ada orang yang mau membawa ke RS”. Setelah itu diri ini ditanya tentang identitas diri bilamana ada yang berurusan dengan data anak tersebut. Tanpa ada rasa curiga sedikitpun diri ini berikan semua identitas diri termasuk nomer HP yang bisa di hubungi.

Setelah semua urusan itu selesai, langusng saja diri ini beranjak pulang sambil membayangkan semua yang terjadi pada diri ini sekitar sejam terakhir. Teringat bagaimana diri ini membonceng korban sejauh itu hanya dengan tangan satu :winker: . Teringat bagaimana anak tersebut tidak menangis meskipun banyak darah mengucur dari dahinya. Malah yang membuat diri ini sedikit trenyuh saat membonceng dia, yaitu pertanyaan yang keluar dari bibir polosnya kepadaku. “Om…. om….. apakah lukaku ini bisa sembuh ?!?” dan pertanyaan ini diucapkan 2 kali kepada diri ini. Meskipun dengan seidikit memanipulasi pikiran nya (padahal dengan luka mengangga seperti itu diri ini tidak yakin dengan bisa sembuh total seperti semula) meyakinkan dengan kalimat “Nanti akan sembuh. Sekarang biar gak jatuh pegangan saja yang erat”.

Dan terus terang, pertanyaan ini tergiang di telinggaku sampai beberapa jam setelahnya. Terbanyang bagaimana anak itu dengan luka lubang besar seperti itu tetap saja tidak menangis. Terbayang banagaimana anak itu bertanya dengan polosnya tentang kesembuhannya. Terbanyang bagaimana aku berakrobat dengan satu tangan melaju dengan kecepatan tinggi diantara keramaian kendaaraan yang macet. Dan yang paling membuat diri ini bergetar, bagaiman keadaan anak tersebut sekarang.

Untungnya tak lama setelah saya mengalami semua, ada telepon yang masuk di HP yang mengaku orang tua dari si anak kecil itu yang mengucapkan terima kasih. Dan saat diri ini bertanya tentang keadaa anak tersebut, dijawab sudah stabil dan dalam perawatan tim dokter. Syukur alhamdulillah, berarti usaha untuk menolong anak itu tidak sia-sia.

6 Balasan ke Kisah Saat Pulang Kerja

  1. marsudiyanto mengatakan:

    Mari berangkat lagi…

  2. Lidya mengatakan:

    mudah2an lukanya bisa sembuh seperti semula. jadi ingat adik laki2 saya pak kecelakaan motor tidak ada yg menolibg, mobil yg menabrak kabur, untubgnya sepuou yg dibonceng masih bisa menyetop mobil bak terbuka dan menyewanya kerumah sakit

  3. Budi Arnaya mengatakan:

    Mari berbuat meskipun hanya mendapat terima kasih…sukses bang

  4. citromduro mengatakan:

    jadi teringat lagunya iwan fals pak membaca posting ini
    semoga menjadi amal, dan anak kecil lekas sembuh ya pak sugeng

  5. Phie mengatakan:

    semoga anak tersebut segera pulih,
    semoga amal kebaikan Pak Sugeng diterima oleh Allah SWT.
    Aamiin ya Rabb

  6. joel mengatakan:

    orang baik

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: