Horeee….. Aku Di Lengserkan

Selesai sudah petualangan ku dalam periode ini. Teriak girang tapi gak garing karena saya sekarang sudah melepaskan jabatan ku di perkumpulan kampung yang aku ikuti. Jabatan ku sekarang menjadi anggota tapi dengan sedikit bergaya diplomatis merangkap menjadi penasehat. Dan secara aklamasi disetujui oleh semua jamaah yang hadir, aku dilengserkan. Horeeee…….. !!!

Ya itu sekelumit kegiatan organisasi kelas kampung yang aku ikuti, yang pada sore tadi telah berhasil memilih kepengurusan yang baru. Dan ceritanya selama 2 kali periode ini aku telah di dapuk untuk menjadi kepalanya. Dan selama hampir 2 tahun ini meskipun tidak terlalumenyita waktu ku tapi yang jelas sangat menyita pikiran. Untungnya pikiran ku sekarang sudah kembali seperti semula. πŸ˜†

Padahal dalam voting memilih pengurus nya tadi, namaku secara sah menjadi tempat terbanyak kedua. Dan itu secara otomatis dalam dunia voting mevoting identik menjadi sekretaris organisasi. Namun karena sudah merasa kelamaan duduk dalam kepungurusan ini, terpaksa dengan jurus jitu saya keluarkan alasan yang bisa diterima oleh seluruh jamaah yang hadir. β€œSaya gak mau di turunkan, masa dari ketua sekarang menjadi sekretaris. Itu menurunkan harga diriku. Kalau memang begitu aku jadi penasehat saja !!” begitu alasan ku.

Padahal yang namanya penasehat di organisasi yang saya ikuti, sepak terjangnya sudah tidak ada. Tidak pernah ikut sibuk dalam kegiatan-kegiatan yang sedang dan akan dilakukan. Paling cuma datang, duduk, diam dan makan jajan. :mrgreen: Namun untungnya masih ada orang-orang mau merepotkan dirinya untuk duduk dalam kepengurusan sekarang, karena yang saya tahu ini memang betul-betul jabatan surga. Tidak ada yang bayar, seandainya benar dalam bertindak tidak ada yang memuji tapi kalau salah jangan harap bisa tidur nyenyak. Pasti omongan, gunjingan dan ghibah yang akan didapat.

Mestinya banyak teman-teman jamaah yang berpotensi besar untuk menjadi pemimpin. Tapi ya itu tadi, kadang mereka tidak mau repot dan hanya mau enak nya sendiri. Dulu saat saya mau duduk menjadi pengurus juga berawal dari niat ini. Namun saat aku pikir ulang, kalau semua tidak mau terus siapa lagi yang akan mengurus perkumpulan ini. Makanya dengan berat hati aku ikhlaskan langakah kaki ini untuk menjadi pemimpin.

Tapi itu sudah berlalu, sekarang saya ucapkan selamat kepada pengurus yang baru. Semoga dengan kepengurusan baru ini bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik lagi. Karena masih banyak PR yang belum terselesaikan dalam periode kepengurusan ku kemarin.

Bagaimana menurut para blogger tentang amanah seandainya di daulat untuk menjadi pemimpin ❓

NB : **jangan samakan menjadi ketua di oraganisasi yang aku lakoni ini seperti memimpin negeri ini yang banyak orang mencalonkan diri. Organisasi ini kelas kampung dan mencari orang yang mau dijadikan calon ketua saja banyak yang nolak. 😦

***Gambar saya pinjam dari sini

Iklan

33 Responses to Horeee….. Aku Di Lengserkan

  1. lozz akbar berkata:

    andai saya jadi anggota organisai kampung itu, mungkin saya bangga punya pemimpin seperti sampean kang.. yang bisa ngeblog

    salut sama cak Sugeng, karena bisa memberi sebuah pelajaran tentang perlunya kaderisasi kepada yang lebih muda..

    Bukan menberi pelajaran tapi memberi kesempatan kepada yang lain untuk mencoba menjadi pemimpin. Istilah e sama-sama belajar 😎

  2. lozz akbar berkata:

    loh aku nomer siji komen yo.. enggak bonus payung cak hahaha

    Sampean oleh HP sing iso miscall karo SMS πŸ˜›

  3. Lidya Fitrian berkata:

    pengurus RT atau RW pak?

    Bukan Jeng, tapi ketua pengajian kampung 😳 😳

  4. Masbro berkata:

    Tapi Alhamdulillah ya Kang, kalau kita bisa dipercaya oleh orang2 di sekitar kita.

    Sekarang mengajukan diri (dan disepakati) menjadi penasehat, itu juga jabatan surga lho Kang. Semoga sukses…

    Tapi ya agak berat tanggung jawabnya 😎

  5. bundamahes berkata:

    wuaowwww..penasehat ya Om?! selamat aja dwehhh… πŸ˜€

    😳 😳 itu akala-akalan saja biar gak ikut jadi pengurus :mrgreen:

  6. jarwadi berkata:

    hehehe, bener, pak, penasehat dan pembina itu eksis di organisasi jaman orde baru, tapi meskipun cuma formalitas tetep masih kedengaran keren looo

    Emang keren dan identik dengan ketek leren πŸ˜†

  7. Mabruri Sirampog berkata:

    bukannya penasehat tanggung jawabnya lebih gede pak?? πŸ˜€

    Yang penting gak seberapa repot, paling cuma kasi saran πŸ˜›

  8. r10 berkata:

    banyak yg menolak mungkin karena gajinya kurang layak πŸ˜€

    Dibawah UMR daerah terpencil πŸ˜†

  9. Orin berkata:

    Sepakat dengan Mab pak Sugeng, amanah penasehat sepertinya lebih besar πŸ˜€

    Yang penting bisa datang terakhir dan tidak menjadi sorotan seperti jadi pengurus inti :mrgreen:

  10. djangan pakies berkata:

    Apapun kedudukan yang kita pangku, semua mengandung amanah yang tentu ada pertanggungjawabannya, dan kalo kita menjalankan dengan iklhas semata bertujuan ibadah mencari ridho-Nya maka Insya Alloh ada dua hal yang kita dapat yaitu dunia maupun akherat. Tul Kang ?
    Salam silaturrahim dari embelitar

    Kalau Pak Ies yang komentar, pasti tidak bisa disalahkan karena memang benar adanya πŸ˜†

  11. indobrad berkata:

    Horee selamat lengser. Di komunitas blogger juga begitu bli, pada nolak gak ada yg mau jadi ketua. hehehe. Baidewei organisasi apa sih persisnya yg kelas kampung itu?! πŸ˜‰

    Karena gak bergaji dan beban mental yang membuat tidak menarik kaleee….. πŸ˜†

  12. purwanto berkata:

    sangat sedikit lho orang yang bahagia ketika dilengserkan…. Kalau dapat amanah ya dilihat dulu Mas.. mampu apa tidak… kalau mampu dari sisi skill dan waktu bolehlah diambil tapi kalau timpang salah satu kalau saya mendingan ditolak saja, apalagi kalau amanahnya gak ada keuntungan sisi materi.. (wakakakaa…. matre.com)

    Ya minimal harus berstandart UMR regional :mrgreen:

  13. Sofyan berkata:

    Selamat ya Mas Sugeng,,terkadang orang malah seneng jika jdi pemimpin, bukan seneng karena dia punya tanggung jawab tapi seneng karena materi payahh,,,

    Semoga selama Mas Sugeng jdi pemimpin banyak pelajaran yang diambil oleh anggota pengajian

    Amien… tapi sekarang cuma tut wuri handayani πŸ˜›

  14. @zizydmk berkata:

    Menurut saya kalau kita diberi amanah, tidak ada salahnya kita pertimbangkan untuk dikerjakan. Tapi kalau sudah beberapa kali dan sudah lelah, tak apa juga kalau kita menolaknya.

    Saam seperti saya, meolak dengan alasan yang masuk akal πŸ˜€

  15. ceritabudi berkata:

    Heeee pemimpin yang mempunyai jiwa besar, bener bang…sangat menyita pemikiran kalau jadi pemimpin, enakan jadi anak buah aja, bisa ngeblog heeeee

    Bisa ngeblog dan ngebrik, di roger, ganti πŸ˜†

  16. Necky berkata:

    selamat yah mas….semoga saya bisa meniru sampean…. πŸ™‚

    Jangan Mas, kasihan nanti materi yang didapat nanti akan berkurang πŸ˜›

  17. Ikkyu_san berkata:

    biasanya memang begitu, banyak yang nolak,apalagi kalau tidak ada rewardnya. Masa bapakku udah ketua RT puluhan tahun hiihihi.
    Tapi….kalau pemimpin negri yang “basah” ya jelas pada berebut dong πŸ˜€

    EM

    Itu mah kerjaan para parteisme Indonesia 😎

  18. pakde sulas berkata:

    dimana-mana rupanya sama saja, kalo urusan kampung mah paling susah mencari ketua, karena jadi ketua sering “torog”(dialek surabaya artinya ngeluarin duit sendiri untuk urusan kampung, alias nombokin), tapi kalo sudah urusan pemeintahan, semua pada berbodong-bondong berebut kursinya he he he…

    Setuju pakdhe πŸ˜€

  19. Wah andai pemimpin negri ini mau kasih kesempatan kepada mereka yang kompeten sperti samean kang, selamat menikmati masa jadi penasehat kang ,,,hihihihi

    Kalaus aya diberi kesempatan jadi pemimpin negeri ini, tindakan pertama ku adalah mengangkat saudara arif bayu Saputra sebagai menteri koordinator bidang ekuin πŸ˜†

  20. Orang2 di generasi pertama Islam selalu tak ada yang mengajukan dirinya sebagai pemimpin dan kebanyakan menolak di awalnya dan menangis ketika pengangkatannya karena mereka tahu beratnya tanggung jawab dan amanah yang dipegangnya di hadapan Allah. Akibatnya yang terpilih memang yang terbaik di antara mereka. Berkebalikan nyata dengan negeri ini. Kalau di tingkat kampung, kasihan juga kalau gak ada diantara yg berkompeten yg maju. Jadi yg merasa bisa melaksanakan amanah dg sebaik2nya gpp.

    Intinya siapa yang mau jadi koban silakan maju πŸ˜›

  21. Erfano Nalakiano berkata:

    amanah dalam pengurusan memang bagusnya berganti…setidaknya ada generasi baru!
    semoga pemimpin2 kita banyak yg mengikuti ya….

  22. Erfano Nalakiano berkata:

    maksudnya mengikuti jejak dirimu….. :D.

    Aku gak mau keman-mana mas, jadi gak perlu di ikuti :mrgreen:

  23. Mas Kholiq berkata:

    salam kenal sobat….

  24. edratna berkata:

    Pemimpin itu merupakan jabatan yang amanah, jadi harus bertanggung jawab terhadap yang dipimpin..harus bisa melakukan perbaikan, harus adil, serta mengikuti peraturan dan perundang-undang an.

  25. Jubaida berkata:

    i love it’s info cool

  26. Zippy berkata:

    Haduh..kalo saya mah masih belum sanggup mas kalo didaulat sebagai pemimpin πŸ˜€
    Masih perlu banyak belajar disana-sini πŸ˜€

  27. putribaitihamzah berkata:

    Ini dia…ketika stiap orang menyadari,ngasih sumbangsih nggak harus melulu jadi ketua..Jadi penasehat bisa,anggota apalagi..

    Apalagi kalo faham dengan makna ‘memimpin’ yang akan dimintai LPJnya,pasti tambah mikir2 buat jadi ketua..hehehe..

    Yups …. betul sekali, aku senang dengan koment yang kek gini 😎

  28. gohealthorganik berkata:

    wah.. melihat judul postingannya.. anda terlihat bahagia banget ya…
    hehehehe.. selamat…

    Sangat bahagia sekali :mrgreen:

  29. bintangtimur berkata:

    Ah, ah…jadi pemimpin itu amanah, kalau masih dipilih, artinya masih dipercaya banyak orang kan…?

    Mas Sugeng, selamat menikmati masa-masa ‘kebebasan’ dari pengurus dan belajar jadi penasihat…hehe πŸ˜€

  30. gadgetboi berkata:

    organisasi “nirlaba” memang sulit πŸ˜† banyak lowongannya tapi enggak ada orang yang mau. beda dengan DPR yang cuma beberapa ratus kursi, ratusan ribu kepala menginginkannya :mrgreen: kemarin juga di lingkungan saya sudah ada pergantian pemimpin. memang pak, jadi pemimpin tanpa pamrih seringnya makan ati πŸ˜† … selamat menikmati masa “pensiun” πŸ˜€

  31. […] jerih payahku selama menjabat sebagai pemimpin tingkat kampung itu tidak berhasil membuat warganya menjadi arif dalam mencari rejeki yang halal. Padahal sudah […]

  32. […] ini tidak kuat mendengar komentar miring mereka, diri ini meletakan semua mandat itu seperti yang tertulis disini. Yang ada dalam benakku saat itu simple saja. Karena sudah tidak memangku kepercayaan itu, maka […]

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: