Belajar Ikhlas

Alhamdulillah dalam beberapa minggu ini diriku bisa berlalu lintas dengan baik dan (terpaksa) benar. Bagaimana tidak, karena setiap berangkat kerja diriku tidak pernah melaju dengan Verzaku melebihi kecepatan 40Km/jam. Saat diriku mencoba laju sampai 50Km/jam cuma beberapa detik, langsung saja bukaan gas aku kurangi. Efeknya diriku bisa menyaksikan bagaimana perilaku berlalu lintas orang-orang yang sedang berangkat kerja di pagi hari. Tidak ada yang tidak ngebut dan saling cepat antara satu dan lainnya. Lho memangnya kenapa dengan verzaku sehingga tidak bisa melaju melebihi 50Km/jam ?!?

 

Seperti cerita tulisanku disini, memang beberapa minggu yang lalu diriku mengalami sedikit insiden kecelakaan lalu lintas yang membuat verzaku sedikit babak belur dibeberapa bagian spare partsnya. Dan kerusakan itu juga dialami oleh ban depan verzaku. Karena salah pergaulan dia menjadi “hamil”.😆 Ya karena benturan yang lumayan keras itu ban depan verzaku menjadi kembung. Awalnya sih cuma beberapa centi besarnya namun karena digunakan terus kembungnya itu bertambah besar yang mengakibatkan suara plak-plok saat berjalan. Karena suara ini, setiap jalan pasti banyak orang yang noleh untuk melihat ada apa dengan verzaku:mrgreen: Malahan istriku saat aku gonceng saat kami ada perlu keluar berdua, “Malah bikin capek kalau jalan pelan-pelan begini” begitu keluhan yang keluar dari bibir manisnya.

Banku Hamil

Banku Hamil

Meskipun begitu, dirku tetap merasa enjoy dengan yang aku lakoni dengan verzaku sekarang. Mungkin ini sudah jalanNya bahwa diriku memang diharuskan untuk melaju pelan dengan verzaku dalam beberapa minggu ini sampai pesanan ban ku datang. Ya ikhlas saja, pelan-pelan asal sampai dengan selamat dan berjalan di jalur kiri. Karena kalau ban verzaku sudah normal, pasti jalur jalanku pindah disebelah kanan lagi.

 

14 Balasan ke Belajar Ikhlas

  1. Idah Ceris mengatakan:

    Bannya dihamilo siapa, Pak?😆
    Tapi, ada hikmahnya ya, Pak. Jadi selalu lihat spedometer.

  2. Lidya mengatakan:

    hamil berapa bulan pak ? hehehe

  3. Rawins mengatakan:

    padahal aku kalo bawa keluarga ga pernah ngebut
    jalan keluar kota aja mentok di 40 km/jam
    ga tau kenapa bisa begitu tapi hawanya tetap hepi kok

  4. Red Pome Lotion mengatakan:

    Wah nda berani ngebut2 emang kalo bawa motor, resikonya langsung ke badan sih😦

  5. Martha Andival mengatakan:

    saya pribadi ga bisa ngebut, tidak tahu mengapa. pernah sekali ngebut habis itu menyesal😀.

    salut tulisannnya benar2 terlihat sabar karena nyata

  6. pakde sulas mengatakan:

    waduhhh…kterlaluan tuh, masa ban saja sampai hamil h h h

  7. Fiz mengatakan:

    Oh, jadi “insafnya” untuk semantara waktu ya Bli? Oke, selamat ngebut lagi pas ban si Verza datang😀

  8. pakde sulas mengatakan:

    jikalau ban-nya sudah datang, mohon untuk tidak kencang-kencang lagi ya boss

  9. Obat Ace Maxs mengatakan:

    Bawa motor emang mesti extra hati-hati😦 kadang-kadang malah orang lain malah yang sruntulan😦

  10. AndroMania mengatakan:

    wkwkwk ban motor bisa hamil juga toh mas

  11. yusmantara mengatakan:

    wah saya pernah ngalamin kejadian kayak agan , sy bawa ke bengkel , solusinya ditusuk aja pake paku sama bengkelnya

    salam kenal gan , tukeran link blog roll ya , saya menyusul maklum msh belajar

    ingat kunbal!!!

  12. yusmantara mengatakan:

    sebutirilmu.wordpress.com

  13. Sukadi mengatakan:

    Belajar ikhlas, Pak. Walau sedikit terpaksa karena keadaannya memang demikian, motor bisa jadi media belajar ikhlas..🙂

Silakan Komentar Bebas Tanpa Moderasi Namun Admin Berkuasa Untuk Mendelete

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: