Maaf Ini Tidak Dijual

13 Maret 2013

masih banyak cara mencari mencari duit yang lebih halal dan barokah dari pada mencari keuntungan diri sendiri namun akan membuat kerusakan

Sehari-hari biasanya istriku lebih banyak di rumah menjalankan fungisnya sebagai ibu rumah tangga. Dan dalam mengisi kesibukan di rumah selain merawat labib, istriku membuka usaha laundry skala kecil dan berjualan jajanan anak-anak di depan rumah. Segmen pasaranya sih gak terlalu muluk-muluk karena kalau laundry nya super dumper ramai malah dia tidak bisa menghandle sendiri. Kalau jualan jajanan itu hanya untuk anak-anak yang sering main dan nongkrong di depan rumah. Ya pokoknya asal tidak bengong saja, dia sudah senang. Bagiku sih gak masalah, asal dia masih bisa menangani tanpa meninggalkan tugas pokonya sebagai ibu bagi anak-anaknya.

Namun beberapa hari yang lalu (tepatnya seminggu) diriku menyembunyikan barang dagangan yang ada di lapak jualan istriku. Mestinya sih bukan barang dagangan istriku, LanjutGan Mbacanya


Sang Legenda ku Telah Berakhir

12 Maret 2013

Tidak terasa ternyata bulan ini sudah memsuki bulan Maret, berarti kurang 2 bulan lagi aku harus menyamsat motor tunggangaku sehari-hari. Honda Lagenda yang selalu menemani langkahku semenjak tahun 2003. Berarti sudah hampir 10 tahun sang legenda ini mengantarkan diriku mencapai tujuan. :lol: Odometernya saja sudah overlap, dan sekarang sudah mencapai di angka 17000an . Maklum saja, tiap hari roda ban sang legenda ini berputar sampai 45Km. Jarak ini kutempuh setiap hari dari Tabanan-Denpasar pulang pergi, malah kadang kalau pas ada acara setelah pulang kerja, legenda ini mengelinding lagi.

Namun beberapa hari ini diriku merasakan ada yang aneh dari legendaku. Mestinya sudah lama sih namun tidak pernah dihiraukan secara serious karena memang (merasa) pernah diperbaiki. LanjutGan Mbacanya


Cerita Si Bawang Putih

10 Maret 2013

Kondisi ini sama dengan membunuh ….

Sudah menjadi kebiasan istriku bilamana setelah belanja kebutuhan sehari-hari di warung dekat rumah, pulangnya menceritakan tentang kondisi harga-harga yang selalu berubah. Dan berubahnya ini jarang berubah menjadi lebih kecil angka nominalnya tetapi selalu berubah menjadi lebih besar. Setelah daging sapi, telur, ayam, dan terakhir yang menjadi ceritanya adalah bawang putih. Bukan bawah putih yang selalu menerima perlakuan tidak manusiawi dari saudaranya si bawah merah namun harga bawang putih yang sudah melangit.

Padahal sekitar setahun yang lalu, bawang putih sampai pada harga yang sangat murah. Saking murahnya, sampai semua bumbu masak yang menggunakan bawang sebagai bahannya istriku menggunakan bawang putih tanpa ada bawang yang lain LanjutGan Mbacanya


Pengalaman Bermain di Circus Waterpark

9 Maret 2013

Seperti yang sudah kami sekluarga rencanakan di hari minggu tanggal 3-3-2013 kami bermain di wahana bermain air yang ada di bilangan Kediri Tuban Kuta Bali. Bukan di waterboom yang sudah beberapa kali diri ini kunjungi namun ada satu wahana baru tempat bermain air. Namanya circus water park. Terus terang saja, kunjungan ini semestinya tidak ada dalam angan ku namun beberapa hari yang lalu ada sales dari circus water park yang berkunjung di areal perumahan kami menawarkan kartu diskon / voucher yang bisa kami pergunakan disana hany dengan membeli seharga 150ribu.

Pertamanya langsung diri ini tolak, namun setelah sang sales berjuang dengan menerangkan panjang lebar kali tinggi, akhirnya diri ini tertarik juga. Dengan diselingi rasa kasihan padsa salesnya sebuah voucher masuk kami ambil. Karena bisa kami pergunakan sampai akhir maret 2013, begitu penjelasan dari sang sales. Dan hai ini kami mengunjungi kesana.

Secara ovel all wahana air ini masih dibawah water boom yang sudah mashur itu, ya maklum saja dari harga ticket masuknya memang masih bisa terjangkau dengan kantong orang lokal. Beda dengan water boom yang memang di khususkan untuk orang asing. Dan saat kami masuk di area wahana air ini, memang rasa dan bau orang lokal terasa banget. Ada juga sih orang asing (bule) namun hanya satu-dua dan saat kemarin yang bertemu dengan diri ini adalah bule yang masuk bersama rombongan orang lokal. Padahal kebanyakan tempat hiburan yang ada di daerah Bali, selalu kebanjiran dengan kunjungan orang asing.

Mereka bertiga yang ku ajak bermain

Mereka bertiga yang ku ajak bermain

bermain sendiri sambil basah kuyub

bermain sendiri sambil basah kuyub

Dan ada lagi rasa lokal yang sangat terasa sekali saat bermain di dalam wahana air ini. Ban (pelampung) yang digunakan bermain di dalam wahana air ini sangat kurang. Diri ini tidak tahu berapa yang di sediakan oleh pengelola circus water park, namun yang jelas semenjak diriku sekeluraga memasuki wahana ini, kami harus kesana kemari mencari ban itu. Tempat gantungan ban itupun kosong dan yang akan menggunakan ban harus rela mencari dan antre kepada yang sedang menggunakan.

Oknum lokal itu, baru didekati saja langsung ban di bawa ngacir

Oknum lokal itu, baru didekati saja langsung ban di bawa ngacir (padahal gak dipakai)

Meski tidak dipakai tetap tak rela di ambil orang lain, tetap saja di pegang

Meski tidak dipakai tapi tak rela di ambil orang lain, tetap saja di pegang

Ada kejadian lucu dan kejadian ini menandakan rasa orang lokal banget. Bagaiaman tidak, saat diri ini mencari posisi yang pas dengan menggunakan kamera HP untuk mengambil moment bagus pada anak-anakku, dan itu mengharuskan diriku berjalan ke tengah kolam. Dan saat itu ada seorang bapak dengan keluarganya melihatku dengan sinis saat diriku berjalan ke tengah kolam. Setelah berlalu sambil mendorong ban anaknya dia masih sempat menarik ban kosong yang sudah tidak dipakai lagi. Eh…. ternyata dia takut diriku mengambil ban pelampung yang kosong padahal ban itu maunya masih digunakan lagi sampai wahana bermain ini tutup :shock: :mrgreen:

Dan bagi diriku, kelakuan seperti ini sangat kental sebagai budaya orang Indonesia sekali. Karena yang seperti ini memang tipikal orang Indonesia, maunya gratis, kalau disuruh membayar pasti tidak mau, kalaupun mau membayar, seakan-akan semua mau digunakan dan di miliki nya.

Satu lagi yang masih di memory kepalaku, yaitu parkir di wahana circus water park itu menggunakan jasa dari secureparking dan bukan parking yang dikeuarkan oleh pemda setempat. Tahu kan secureparking ?!? itu loh perusahaan parkir yang dari negara aborigin sana. Dan karena sudah go international mereka mempunyai lahan parkir yang dikelola dengan menyewa tempat pada orang lokal. Dari secureparking inilah timbul rasa aneh dalam diriku. Maklum saja sampai saat ini diriku tidak pernah menggunakan jasa parkinr seperti itu.

Mestinya tidak ada yang salah dengan parkir dengan manajemen parkir itu, namun karena tidak penah menggunakan jasa parkir yang menggunakan sistem per jam begitu membuat aku terkaget saat mengambil motor untuk pulang. Karena rupiah yang diri ini bayar sampai 8000 untuk parkir sepeda motor. Apa gak kaget :shock: di waterboom saja tidak menggunakan parkir seperti itu, dari awal berdiri sampai sekarang masih free parkir. Karena beberapa kali diri ini bermain air disana.

narsis dulu di depan circus water parknarsis dulu di depan circus water park

Narsis di depan circus water park

Itulah pengalaman pertama kali diri ini bermain di wahana air circus water park. Jadi kalau ada sahabat yang mau bermaian disana bisa mendapat sedikit gambaran dan tidak terkaget-kaget seperti diriku :lol:


Jabatanku, Ambillah !!

17 Februari 2013

Karena cobaan itu datangnya (dimulai) saat kita merasa berhasil keluar dari cobaan itu sendiri

Jabatan itu bukan sesuatu yang harus dipertahankan secara mati-matian. Karena jabatan itu memang bukan milik kita. Malah kalau orangnya ngerti agama maka, jabatan itu malah merupakan suatu cobaan yang maha berat yang harus bisa kita pertanggungjawabkan. Karena bilamana seseorang memagang jabatan, maka syiton pertama yang akan membisiki kata-kata hasutan adalah dirinya sendiri. Maka tidak selayaknya kita mempertahankan sambil memegang erat seakan-akan tidak rela kalau jabatan itu beralih kepada orang lain.

Apalagi jabatan sekelas RT (maaf bukan bemaksud merendahkan seorang ketua RT, hanya sebagai contoh), dipertahankan mati-matian saat masa jabatan itu hampir habis. Biasalah orang Indonesia, saat mau turun selalu mencari cara agar bisa duduk manis lagi pada kursi itu. Ada yang bilang konspirasi, politik sengkuni, berbuat makar dan lain sebagainya. LanjutGan Mbacanya


Millad Labib I

1 Februari 2013

Lama tidak menulis tentang perkembangan anakku yang ragil, akhirnya malam ini diri ini sempatkan menuliskan meskipun dengan agak tergesa-gesa. Sampai jadwal yang sudah tersusun seminggu yang lalu, dibatalkan demi menenangkan pikiran dirumah. :lol: bukan karena apa, namun hari ini anakku sudah genap setahun. Tak terasa memang, dan selama setahun ini haruis aku akui bahwa gairah menulisku juga berkurang banyak. Karena sebagian besar waktu yang ada lebih banyak dipergunakan untuk mengendong serta momong. Sayang rasanya melewatkan waktu tanpa melihat kelucuan si Labib yang semakin tidak bisa diam.

Menelusuri kembali perkembangannya, seakan diri ini bersyukur dengan apa yang telah diberikan oleh Nya. Bagaimana tidak, anakku yang ketiga ini besar dengan tidak mendapatkan suntikan vaksinasi apapun. Dan syukurnya lagi, kami (bapak-ibunya) tidak merasa was-was dan takut seperti yang kami alami pada anak pertama dan kedua. Takut dan was-was akan diserang penyakit yang tidak di imun kan kepadanya. Nyatanya dan alhamdulillah Labib tubuh dengan pesat, lincah, cepat tanggap dengan apa yang dilihatnya. Jadi jangan sampai dia melihat sesuatu yang jelek (kelakuan), karena itu pasti akan ditiru. LanjutGan Mbacanya


Tekhnologi Menjamah Anakku

23 Januari 2013

melarang tanpa memberi solusi bukan suatu yang bijak. Membolehkan tanpa pengawasan sama saja melepas anak ke sarang penyamun

Tidak dapat ditolak tidak pula dapat dibendung. Yang namanya perkembangan tekhnologi akhirnya juga menyentuh semua orang. Termasuk anakku yang masih berumur 10 tahun pada bulan April besok. Setelah beberapa bulan lalu dia meminta HP untuk komunikasi dengan orang tua serta teman-temannya. Sekarang dia sudah mempunyai akun di facebook. :shock: Mungkin bagi beberapa sahabat blogger keputusan untuk membolehkan anak yang masih di bawah umur bermain-main dengan facebook yang hampir tidak ada filter moralnya adalah keputusan yang tidak bijak, namun bagi diri ini hal ini sudah di pikirkan untung ruginya. Dan tidak lepas dari pengawasan melekat setiap waktu B-)

Ada cerita menarik saat anak kedua ku itu mulai bersentuhan dengan tekhnologi handphone (HP yang diri ini belikan untuknya tidak mahal2 amat sebatas HP lowend yang ada MP3,MP4 serta foto). LanjutGan Mbacanya


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 74 pengikut lainnya.