Tilang Dan Samsat, Banyak Gak Beresnya

14 Desember 2014

Beberapa hari ini diriku sangat peka dan hampir bisa dikatakan sensi dengan keadaan yang menimpaku. Bagaimana tidak, diriku yang jarang berurusan dengan aparat pemerintahan, dalam minggu ini 2 kali berurusan dengan aparat pemerintahan dan keduanya berakhir dengan “ngedumel”. Dan tulisan ini juga mau meneruskan teori tentang habits customer, bahwa konsumen yang puas akan meneruskan cerita kepuasannya pada 1 orang, dan bila tidak puas akan menceritakan ketidakpuasannya pada 10 orang. Gak tahu berapa orang yang nyasar di blog ini, yang penting diriku nulis biar uneg-uneg dihati bisa keluar. :)

Pertama, diriku akhir bulan kemarin sempat melakukan kesalahan dalam berlalu lintas. Ada larangan tidak boleh belok, diriku menerobos saja. Sialnya pas ada oknum polisi yang sengaja nyanggong / nunggu disana di tempat yang sedikit agak gelap. Jadinya diriku yang memang ngerasa bersalah tidak ada keinganan ataupun upaya agar bisa lolos. Begitupun saat oknum polisi itu menawarkan untuk sidang di pengadilan. Aku sih iya saja karena memang salah dan memang tidak ada niatan untuk damai karena kupikir mending uangnya masuk negara dari pada masuk ke oknum tersebut. Setelah selesai nulis di surat tilangnya sang oknum polisi tersebut dengan entengnya bilang, “Eman-eman uangnya pak (untuk bayar denda pengadilan)”. AS* begitu kataku dalam hati, daripada masuk kantongmu, mending masuk negara.

Aku bukan idalis untuk urusan semacam ini, karena diriku juga pernah “terpaksa berdamai” saat tertangkap oknum polisi sewaktu lewat marka jalan di perjalanan Jawa-Bali beberapa tahun yang lalu. LanjutGan Mbacanya


Selamat Tinggal Flexi

27 November 2014

Setelah sekian lama bergaul dengan komputer jadul yang ada di rumah yang disertai koneksi internet yang meskipun tidak kenceng sekali namun bagiku sudah lebih dari cukup, tiba-tiba koneksi yang biasanya bersahabat dengan lingkungan tempat tinggalku sekarang menjadi siput yang pincang kakinya. Jalannya lambat bahkan tidak jalan sama sekali. Padahal koneksi yang biasa diriku pergunakan lantjar djaja saja. Meskipun dengan harga minimum namun hasil yang aku dapatkan lebih dari ekspektasi yang diriku harapkan.

Langganan murah meriah dengan speed up to 3,2Mbps (sesuai dengan iklannya) selam ini tidak ada masalah. Meskipun sudah ada rumor yang menginformasikan akan migrasi ke jaringan GSM anak perusahaannnya, tapi bagiku tidak ada kendala yang berarti. Sampai beberapa hari yang lalu, tepatnya seminggu koneksinya cuma jalan di tempat. Lelet dan tidak bisa digunakan surfing & browsing kemana-mana. Bisanya cuman diam di tempat sambil berharap ada keajaiban di monitor ku. :sad:

LanjutGan Mbacanya


Cara Setting Remote Honda

20 Oktober 2014

Seharian kemarin aku ada acara gathering Service Advisor di daerah Pelaga Badung. Hawa di daerah itu hampir2 menyamai Bedugul karena memang dekat dengan bedugul hanya berjarak beberapa kilo saja. Tentunya sangat dingin namun wilayah itu masih itu daerah Badung. Padahal daerah Badung itu mulai dari Nusa Dua sampai naik di pertengahan pulau Bali. Dingin iya. Namun acara itu dalam bungkus outbound, jadi berjemur dipanasan sampai tengah hari. :sad:

Pada saat beroutbound ria itu ada sesuatu yang terasa aneh dalam tubuhku. Tengorokanku terasa gatal padahal seingatku dari pagi tidak ada makanan yang “ecek-ecek” ku makan. Paginya sebelum berangkat diriku cuma sarapan dengan menu buatan istri, gule lidah sapi. Saat baru datang di arena gatheringpun diriku cuma makan snack yang diberi panitia dan welcome drink berupa juss strowberi yang merupakan produk unggulan dari daerah itu. LanjutGan Mbacanya


Menjadi Panitia 3 Kali

7 Oktober 2014

Alhamdulillah, sampai hari ini diriku sudah menjadi panitia kurban Idul Adha 1435H untuk yang ketiga. Dimulai dari hari Sabtu (4/10/2014) yang menjadi panitia kurban di pengajian Muhammadiyah Tabanan. Mestinya pada kepanitiaan Muhammdiyah Tabanan ini diriku sudah beberapa kali ikut namun hanya pada seksi pekerja. Yang nota bene lebih banyak menggunakan tenaga untuk mengerjakan beberapa pekerjaan penjagalan sapi ataupun kambing. Namun pada Idul Adha tahun ini diriku di tempatkan pada kepanitiaan inti. Masuk dalam panitia seksi perlengkapan dan bertugas di rumah potong hewan Gubug Tabanan. Kenapa sampai hewan kurban di potong / jagal di rumah potong hewan :?: ada sejarah yang melatarbelakangi yaitu lokasi gedung dakwah Muhammadiyah Tabanan sekarang sudah banyak penghuninya sehingga tidak ada lahan kosng lagi yang bisa dijadikan lokasi eksekusi penyembelihan hewan kurban tersebut. Solusi yang ada ya dilakukan di rumah potong hewan yang berjarak sekitar 2km dari lokasi. Pada hari itu yang di potongĀ  sebanyak 16 ekor sapi, sedangkan kambingnya tidak tahu karena tidak di potong disana. LanjutGan mbacanya


Belajar Ikhlas

4 April 2014

Alhamdulillah dalam beberapa minggu ini diriku bisa berlalu lintas dengan baik dan (terpaksa) benar. Bagaimana tidak, karena setiap berangkat kerja diriku tidak pernah melaju dengan Verzaku melebihi kecepatan 40Km/jam. Saat diriku mencoba laju sampai 50Km/jam cuma beberapa detik, langsung saja bukaan gas aku kurangi. Efeknya diriku bisa menyaksikan bagaimana perilaku berlalu lintas orang-orang yang sedang berangkat kerja di pagi hari. Tidak ada yang tidak ngebut dan saling cepat antara satu dan lainnya. Lho memangnya kenapa dengan verzaku sehingga tidak bisa melaju melebihi 50Km/jam ?!?

LanjutGan Mbacanya


Sedetik Kemudian, Semua Berubah.

31 Maret 2014

 

Dalam menyambut hari besar atau apalah namanya, biasanya satu daerah mempunyai tradisi sendiri dalam menyambutnya. Tidak di tanah Jawa atapun disini, di daerah rumahku. Tabanan bali. Selalu saja ada tradisi ataupun ciri khas untuk mengisinya. Dan di daerah kami dalam beberapa hari ini akan merayakan Nyepi, yaitu tahun baru caka . seperti di tradisi perayaan tahun baru selalu ada yang namanya letusan. Entah itu dari mercon, kembang api, mercon bumbung ataupun yang sedang ramai di sini adalah mercon dari pipa spirtus.

Entah siapa yang menemukan pertama kali, mercon pipa spirtus ini begitu cepat merajalela karena memang cara buatnya mudah dan gampang. Juga bersih karena tidak meninggalkan limbah. LanjutGan Mbacanya


Cerita Tentang Helm Dan Motorku

16 Maret 2014

Sudah sekian lama menggunakan perlengkapan Safety Gear saat melaju dengan motor Legendaku selalu aman dan fain2 aja. Karena memang speednya tidak terlalu kenceng, paling yang membuat andrenalin naik adalah saat ngebut dan rem depan belakang yang kurang pakem. Maklum saja rem depan belakang masih menggunakan tromol jadi diriku merasa kurang gigit saja. Beda dengan tungganganku sekarang, Honda Verza 150. Sebuah motor injeksi type sport entry level yang murah namun dengan kualitas yang mumpini dengan beragam fitur yang menarik. Ceritanya sih saat meminang pertama sudah lebih setahun yang lalu. Dan baru akhir bulan kemarin diriku menyamsatnya, ya sebagai warga negara yang baik diriku membayar pajaknya :lol:

Dengan menggunakan safety gear berupa helm full face ini kadang diriku berandai-andai serta membayangkan bagaimana saat pemotor mengalami insiden kecelakaan. Mestinya ini pikiran ngawur dan tidak perlu untuk dikembangkan bagaimana kelanjutannya. Sekedar imajinasi karena semenjak mengendarai Verza ini diriku sedikit berubah dalam cara pandang di jalan. LanjutGan Mbacanya


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 118 pengikut lainnya.